Sore itu sekitar jam 16.30 WIB, Ketika aku sedang COC an didepan rumah. Sungguh malang ini burung, sayapnya yang membunuhnya, dia terlalu nikmat mengepaskan sayap hingga terbang dengan kecepatan yang tinggi sampai tak kontrol untuk melihat kedepan sehingga kaca rumah yang jelas banget ditabraknya.
Aku kaget dan spontan berdiri melihat dan memegang siburung malang ini, aku mencoba membantu tapi apa lah daya memang siburung sudah terlambat untuk diselamatkan, mulutnya mengeluarkan darah, mungkin bagian leher burung biru ini patah karna hantaman yang sangat dahsyat.
Aku coba angkat dan aku bawa kedalam rumah untuk aku siram kepalanya dengan air, siapa tau siburung masi pinsan, dan aku bawa ke depan rumah, ternyata setelah didepan, malaikatpun datang untuk menjemput arwah siburung. Jelas banget terlihat dan terasa gerakan saat nyawa siburung mulai terpisah oleh tubuhnya (Sakarotul Maut).
Ini pelajaran buat kita, betapa singkatnya hidup ini, akan terasa sia-sia ketika kita punya hidup hanya untuk dikepentingkan dunia saja, karna dunia tidak akan menolong kita ketika arwah sudah berpisah oleh raga, hanya amal dan perbuatan baik saja yang setia menemani dan menolong kita nanti di akhirat.
Kisah siburung ini memberikan satu ilmu kepada saya, bahwasanya hidup jika sudah selesai, tak mampulah kita untuk mencegah atau menahannya, bahkan sayap yang selama ini menemani dan membanggakan siburung malah justru yang membunuh dirinya sendiri.
Mudah-mudahan siburung biru ini akan tenang dan bisa terbang lagi di surga . Aminnn
Salam M Singgih Prayoga


Tidak ada komentar:
Posting Komentar